HbA1c Diabetes Mellitus atau Kencing Manis

Penyakit diabetes perlu penanganan segera agar tidak berakibat fatal. Untuk itu perlu dilakukan diagnosa sedini mungkin. Beberapa gejala awal penyakit tersebut antara lain;
* Banyak makan
* Banyak minum namun selalu merasa kehausan
* Sering anyang - anyangan atau kepingin buang air kecil, terutama pada saat malam hari
* Kelelahan
* Lemah, lesu, pusing
* Barat badan naik
* Massa otot berkurang
Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut segeralah untuk berkonsultasi pada dokter agar penyakit Anda mendapatkan pengobatan secepatnya. Langkah pertama yang dilakukan umumnya adalah tes urine dan tes darah. Urine yang normal tidak mengandung gula, jadi jika dalam urine Anda ditemukan kandungan gula, maka Anda diharuskan untuk melakukan tes darah.
Pada tes ini sampel darah Anda akan diambil dua kali, yaitu glukosa saat puasa dan glukosa dua jam setelah makan. Selama menjalani tes Anda dilarang mengkonsumsi beberapa jenis obat tertentu karena dapat mempengaruhi hasil tes. Hasil tes ini akan menentukan apakah Anda positif menderita diabetes atau tidak.
Takaran gula darah yang normal adalah;
* 80-100mg/dL sebelum makan
* 80-144mg/dL sesudah makan (pemeriksaan dilakukan 2 jam sesudah makan)
Jika hasil tes Anda berada pada kisaran angka tersebut, maka gula darah Anda normal dan tidak bermasalah.
Takaran gula darah penderita yang mengalami gangguan toleransi glukosa adalah:
* 108-126 mg/dL sebelum makan
* 142-198 mg/dL sesudah makan (pemeriksaan dilakukan 2 jam sesudah makan)
Apabila hasil tes Anda berada pada kisaran angka tersebut, mungkin dokter akan memberi saran khusus misalnya perubahan gaya hidup atau pola makan, serta pemberian obat untuk menurunkan kadar gula Anda.
Takaran gula darah penderita diabetes adalah;
* > 126 mg/dL sebelum makan
* > 198 mg/dL sesudah makan (pemeriksaan dilakukan 2 jam sesudah makan)
Apabila hasil tes Anda berada pada kisaran angka tersebut, berarti Anda positif menderita diabetes mellitus.
Beberapa obat yang disarankan adalah Metformin, Sulfonilurea, Glitazone, dan sebagainya. Jika dirasa perlu, dokter akan memberikan terapi insulin, atau kombinasi antara obat dan terapi insulin.
Penderita diabetes juga disarankan untuk menjalani cek kadar gula dalam darah secara rutin setiap 2-3 bulan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menunjukkan seberapa tinggi kadar gula dalam darah serta seberapa efektif pengobatan yang telah dilakukan.
Saat tubuh sedang memproses gula, maka gula darah akan melekat pada keping darah (hemoglobin). Maka semakin tinggi kadar gula darah akan semakin banyak pula hemoglobin yang terkait dengan gula. Nah, hemoglobin yang terkait dengan gula ini disebut HbA1c. Tes HbA1c Diabetes Mellitus perlu dilakukan untuk mengukur jumlah hemoglobin yang mengandung glukosa.
Apabila kadar gula Anda mengalami kenaikan dalam 2-3 bulan terakhir, maka hasil tes HbA1c Diabetes Mellitus akan menunjukkan angka yang tinggi. Jika demikian yang terjadi maka dokter akan mengubah jenis pengobatan yang sedang Anda jalani.
Demikian seputar pengetahuan tentang tes HbA1c Diabetes Mellitus dan fungsinya dalam proses pengobatan penyakit diabetes mellitus. Semoga bermanfaat!
Belum ada Komentar untuk "HbA1c Diabetes Mellitus atau Kencing Manis"
Posting Komentar