Diabetes Pada Kehamilan

Diabetes pada kehamilan atau dalam istilah kedokteran disebut Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) merupakan gangguan kadar glukosa dalam darah yang terjadi pada masa kehamilan. Kasus ini ditemukan pada beberapa wanita hamil, artinya ada beberapa wanita hamil yang mengalaminya namun ada pula yang tidak. Di Indonesia, terdapat sekitar 40% wanita hamil yang mengalaminya.
Pada kasus DMG, wanita akan mengalami penurunan kadar gula sekitar 55%-65% dan hal ini disinyalir merupakan respon terhadap trasportasi glukosa yang berasal dari ibu ke janin. Umumnya pada penderita DMG terdeteksi secara kebetulan saja pada saat mereka melakukan cek kehamilan rutin. Dokter akan memastikan wanita hamil terkena DMG jika kadar gula darah sewaktu mencapai lebih 200 mg%.
Diabetes pada kehamilan harus segera diatasi, karena dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Bisa terlambat ditangani maka bisa berakibat janin lahir dini atau terjadinya gangguan metabolisme pada janin seperti hipoglikemia, hipokalsemia, hipomagnesemia, hiperbilirubinemia, dan lain sebagainya. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan beberapa tindakan seperti kontrol kadar gula darah secara rutin, pola diet, dan upaya pencegahan infeksi.
Pola diet yang tepat pada wanita hamil pengidap DMG dijalankan selama kurun waktu 2 minggu. Selama itu wanita hamil harus menjalankan diet sesuai anjuran dokter. Menu yang dikonsumsi adalah menu yang sama dengan penderita DM pada umumnya, namun dengan jumlah penambahan 300-500 kalori setiap hari untuk mendukung pertumbuhan janin, dan itu berlaku hingga masa menyusui.
Semua upaya tersebut bertujuan untuk menjaga kadar gula puasa kurang dari 105 mg/dl, menjaga kadar gula darah 2 jam pp kurang dari 120 mg/dl, menjaga kadar Hb glikosilat kurang dari 6 %, mencegah episode hipoglikemia, serta mengupayakan janin tumbuh optimal.
Jika beberapa upaya tersebut tidak berhasil, maka dokter akan memberikan suntik insulin yang dapat bekerja secara cepat. Jenis yang dipilih adalah jenis human insulin dengan dosis rendah dengan dosis pemberian sebanyak 1-2 kali sehari. Umumnya obat oral hipoglikemik tidak diberikan karena dapat diekskresi melalui ASI.
Selain cek kadar gula darah secara rutin, selama kehamilan wanita hamil pengidap DMG juga akan menjalani berbagai pemeriksaan antenatal, antara lain tekanan darah, perkembangan tinggi janin, dan denyut jantung janin. Seluruh proses tersebut bisa dilakukan di puskesmas, polindes, maupun di rumah sakit. Namun, pemeriksaan yang dilakukan di rumah sakit lebih disarankan karena didukung peralatan yang lebih lengkap.
Di rumah sakit, wanita pengidap DMG akan mendapatkan perhatian khusus. Dokter akan melakukan penilaian pada janin secara menyeluruh yang disebut skor dinamik plasenta (FDJP). Apabila skor FDJP kurang dari 5 berarti janin berada pada keadaan yang gawat. Penilaian tersebut dilakukan setiap minggu pada saat kehamilan memasuki usia 36 minggu.
Diabetes pada kehamilan memang merupakan persoalan serius. Jika tiba-tiba terdapat gejala seperti makrosomia, pertumbuhan janin terhambat, dan terjadinya keadaan gawat pada janin maka cara yang ditempuh adalah melakukan persalinan dengan operasi caesar atau seksio sesarea. Bayi yang lahir dari ibu yang mengidap DMG membutuhkan perawatan khusus agar tetap sehat dan berkembang secara normal.
Belum ada Komentar untuk "Diabetes Pada Kehamilan"
Posting Komentar