Penyakit Gula Diabetes Basah dan Cara Mengobati


Menurut penelitian, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes yang sangat tinggi. Mulanya, penderita diabetes banyak ditemukan di negara-negara maju, namun kini penderita juga banyak terdapat di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Terdapat beberapa tipe penyakit diabetes, namun yang paling umum yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan diabetes yang diderita oleh anak-anak atau orang berusia kurang dari 20 tahun yang bermasalah pada pankreas sebagai organ penghasil hormon insulin. Biasanya kelainan tersebut terjadi sejak lahir (faktor bawaan). Sedangkan diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang menyerang kaum dewasa dan lansia. Faktor penyebabnya adalah hormon insulin yang tidak dapat bekerja secara normal dalam mengontrol kadar gula dalam darah.

Sehubungan dengan penyakit diabetes, mungkin Anda sering mendengar istilah diabetes basah? Apa pengertian dari jenis diabetes yang satu ini? Sesungguhnya sebutan tersebut merupakan istilah pada penderita diabetes tipe 2 yang memiliki ciri-ciri gemuk dan umumnya ditandai dengan terjadinya perlukaan yang sulit mengering.

Meskipun salah satu penyebab penyakit ini adalah faktor genetika, namun tidak menutup kemungkinan timbulnya penyakit diabetes juga bisa dipicu karena pola makan yang salah sehingga orang yang sering mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi serta orang yang menderita obesitas beresiko tinggi terkena diabetes. Penderita jantung, pengidap stroke, dan penderita hipertensi juga memiliki resiko yang tinggi, demikian pula bagi Anda yang memiliki keluarga dengan riwayat diabetes.

Bagaimana cara pengobatan diabetes basah yang paling tepat? Pertama, Anda harus selalu berkonsultasi pada dokter. Selanjutnya dokter akan melakukan cek kadar gula darah secara rutin untuk melihat seberapa besar tingkat keparahan penyakit Anda. Beberapa jenis obat yang sering diberikan antara lain Metformin, Glitazone Sulfonilurea, Gliptin, Acarbose, Agonis GLP-1, Nateglinide, dan Repaglinidine. Ketika pemberian obat-obatan tersebut tidak membawa hasil, dokter akan memberikan terapi insulin.

Luka yang timbul dan sulit mengering harus selalu dibersihkan dengan cairan antiseptik (revanol) untuk mencegah terjadinya infeksi, dan pembalut luka juga harus sering diganti agar selalu bersih. Apabila perawatan luka ini dijalankan dengan baik maka luka berangsur-angsur akan kering. Pada kasus luka yang parah dan telah mengalami pembusukan, tindakan amputasi adalah langkah yang terbaik.

Menyimak beberapa akibat tersebut, maka penyakit diabetes harus dicegah sedini mungkin, maka dari itu biasakan diri melakukan pola hidup sehat, yang meliputi pola makan sehat dan kebiasaan hidup sehat seperti; berhenti merokok, hindari minuman beralkohol, lakukan olahraga secara teratur, hindari makanan yang mengandung kadar gula tinggi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, hindari stress, serta atur waktu untuk istirahat.

Demikian pengertian diabetes basah, penyebab, dan cara mengobatinya yang tersaji untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Belum ada Komentar untuk "Penyakit Gula Diabetes Basah dan Cara Mengobati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel