Mengenal Gejala Diabetes pada Anak

Diabetes merupakan penyakit yang sering dialami oleh kaum lansia, atau orang yang berusia di atas 50 tahun. Namun siapa sangka, bahwa penyakit yang sering disebut “kencing manis” tersebut juga menyerang anak-anak. Dalam ilmu kedokteran, jenis diabetes pada anak disebut diabetes tipe 1, yang mana jenis diabetes yang satu ini diakibatkan karena organ pankreas yang tidak dapat memproduksi insulin atau insulin yang diproduksi sangat sedikit.
Insulin merupakan hormon yang bertugas mengubah gula menjadi energi yang dibutuhkan dalam proses metabolisme. Jadi kekurangan insulin akan membuat metabolisme tubuh menjadi terganggu karena kadar gula dalam darah akan terus meningkat dan akan menimbulkan efek yang membahayakan.
Tingginya kadar gula yang terdapat pada susu formula dan aneka makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak diduga menjadi salah satu pemicu diabetes pada anak. Oleh karena itu tak heran jika anak-anak yang menderita diabetes selalu meningkat dari waktu ke waktu. Maka para orangtua sebaiknya selalu memperhatikan jumlah asupan gula yang dikonsumsi oleh anak-anaknya. Lalu seberapa besar jumlah asupan gula yang paling ideal bagi anak-anak?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa asupan gula yang dikonsumsi anak-anak sebaiknya tidak boleh lebih dari 10% dari jumlah total energi yang dikonsumsi. Itu berarti berdasarkan AKG (angka Kecukupan Gizi), anak berusia 1-3 tahun disarankan mengkonsumsi gula sejumlah kurang dari 25 gram (sekitar 5 sendok teh) dalam sehari. Sementara itu anak berusia 4-6 tahun asupan gulanya tidak boleh lebih 38 gram (sekitar 8 sendok teh) dalam sehari.
Berdasarkan penelusuran, sebagian besar asupan gula yang dikonsumsi anak-anak berasal dari susu formula, yaitu berupa gula sukrosa yang kadarnya bisa mencapai 49,5 gram dan berarti telah melebihi ambang batas normal.
Selain pola makan yang salah, diabetes pada anak juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, yaitu riwayat keluarga diabetes (faktor keturunan), kegemukan, dan anak lahir dengan berat badan rendah.
Bagaimana gejala yang ditimbulkan? Anak yang terkena diabetes umumnya memiliki ciri atau gejala awal yang disebut 3 P, yaitu Polifagi (banyak makan), Polidipsi (banyak minum), dan Poliuri (banyak kencing). Namun terkadang beberapa gejala ini tidak diperhatikan oleh para orangtua. Umumnya orangtua justru senang jika anaknya
banyak makan dan banyak minum. Sedangkan banyak kencing juga sering dianggap sebagai hal yang wajar karena orangtua berpikir bahwa banyak kecil merupakan efek dari banyak minum.
Nah, beberapa gejala awal yang terabaikan tersebut membuat sebagian besar orangtua baru menyadari penyakit anaknya setelah anak terkena infeksi dan penyakit telah tergolong parah yang ditandai dengan gejala penurunanan berat badan, sering mengompol, muntah, frekuensi buang air besar lebih sering, terjadi penurunan kesadaran, kejang, hingga dehidrasi berat.
Maka dari itu para orangtua hendaknya memahami hal ini, dan segera melakukan pengaturan pola makan sehat pada anak, dengan cara;
* Mengatur jatah makan pada anak sebanyak 3 kali sehari dengan menu seimbang.
* Beri snack (camilan) sebanyak 2 kali sehari, dan kurangi makanan dan minuman yang manis
* Susu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, sebaiknya 2 gelas dalam sehari
* Perbanyak konsumsi buah dan sayur
* Ajak anak untuk berolahraga
Demikian seputar pengetahuan mengenai diabetes pada anak berikut cara pencegahanya. Semoga bermanfaat!
Belum ada Komentar untuk " Mengenal Gejala Diabetes pada Anak"
Posting Komentar