Diabetes Insipidus, Mengenai Gejala, dan Cara Mengatasinya

Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang berkaitan erat dengan kenaikan kadar gula dalam darah. Penderita diabetes mengalami kelainan fungsi organ dimana pankreas tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan sama sekali tidak dapat memproduksi insulin. Kekurangan insulin dalam tubuh mengakibatkan tubuh kekurangan energi karena gula darah tidak dapat disebarkan ke seluruh sel tubuh dan diubah menjadi energi.
Saat ini kita semua harus waspada terhadap penyakit diabetes karena tidak hanya orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes saja yang bisa terkena namun orang yang pada mulanya sehat namun tidak dapat menjalankan gaya hidup yang sehat lambat-laun juga bisa terancam terkena penyakit ini.
Dalam kaitannya dengan penyakit diabetes, kita sering mendengar istilah diabetes insipidus, yaitu sebuah kondisi penyakit diabetes yang sangat jarang terjadi yang mana penderitanya selalu merasa kehausan yang amat sangat dan pada saat yang bersamaan penderita juga buang air kecil dalam jumlah yang banyak pula. Pada kondisi penyakit yang tergolong parah, bahkan penderita bisa buang airkecil hingga mencapai 20 liter dalam sehari.
Apa penyebab Diabetes Insipidus?
Penyebab terjadinya diabetes insipidus adalah adanya gangguan pada hormon antidiuretik. Hormon ini bertugas mengatur jumlah cairan dalam tubuh serta membantu mempertahankannya dengan cara mengurangi jumlah cairan yang keluar dalam bentuk urine melalui ginjal.
Hormon antidiuretik diproduksi oleh hipotalamus, yaitu jaringan pada otak, dan selanjutnya disimpan oleh kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari inilah yang akan mengeluarkan hormon antidiuretik ketika kadar air dalam tubuh terlalu rendah.
Pada penderita terjadi kelainan sehingga produksi hormon antidiuretik menurun atau ginjal tidak dapat merespons hormon antidiuretik dengan baik. Akhirnya ginjal mengeluarkan jumlah urine yang terlalu banyak, dan di sisi lain penderita akan selalu merasa kehausan karena banyaknya cairan yang keluar.
Jumlah urine yang dikeluarkan oleh penderita dalam sehari antara 3-20 liter, dengan frekuensi buang air kecil sebanyak 3-4 kali dalam 1 jam. Bandingkan dengan kondisi pada orang normal yang rata-rata buang air kecil 4-7 kali dalam sehari. Kondisi tersebut tentunya akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti aktivitas kerja, pola tidur, dan sebagainya sehingga umumnya penderita menjadi terlihat kelelahan, sulit konsentrasi, dan mudah marah.
Diabetes insipidus terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Diabetes Insipidus Kranial; merupakan jenis diabetes yang disebabkan karena penurunan hormon antidiuretik. Umumnya terjadi akibat infeksi, cedera, tumor, dan operasi.
2. Diabetes Insipidus Nefrogenik:; jumlah hormon antidiuretik dalam tubuh tergolong cukup namun organ ginjal tidak dapat merespons dengan baik. Penyebanya adalah kerusakan fungsi organ ginjal.
Apabila Anda mengalami beberapa gejala penyakit tersebut, bisa jadi merupakan gejala awal terjadinya Diabetes Insipidus. Untuk memastikannya konsultasikan pada dokter. Nah, semoga bermanfaat!
Belum ada Komentar untuk "Diabetes Insipidus, Mengenai Gejala, dan Cara Mengatasinya"
Posting Komentar